TigaPerbuatan Yang Kembali Kepada Pelakunya Selain itu, terdapat tiga ayat Al-Qur'an yang menjelaskan tentang perbuatan-perbuatan yang akan kembali kepada pelakunya. Pertama, melanggar janji. Kedua, rencana jahat dan yang terakhir adalah perbuatan zalim. Ketiga perbuatan ini adalah perbuatan jahat.
Hatiadalah tempat Allah memandang. Hati adalah perangkat diri yang Allah sediakan agar kita mengingat dan mengenal-Nya. Perintah meminta fatwa kepada hati pernah Rasulullah ﷺ lontarkan kepada Sahabat Wabishah ra. Suatu saat, Wabishah bertanya kepada Rasulullah ﷺ mengenai amal baik dan dosa.
Terkaitperbuatan baik untuk orang lain yang manfaatnya akan kembali kepada diri kita sendiri ini, ada cukup banyak hadis Nabi saw. yang bisa kita jadikan pedoman. Salah satunya, Kalau setiap habis salat lima waktu kita mendoakan mereka, berapa kebaikan yang kita peroleh? Baca juga: Perhatikan Adab Berdoa Ini Agar Doa Terkabul.
Sesungguhnyaapapun yang kita lakuakn di dunia ini akan kembali kepada diri kita sendiri. Ketika kita melakukan hal yang buruk, maka sudah dapat dipastikan bahwa keburukan itu akan kembali kepada diri kita sendiri. Sebaliknya, jika kita melakukan hal-hal yang baik, maka kebaikan itu akan berimbas kepada diri kita sendiri pula.
Sehinggakita harus yakin bahwa Allah akan selalu mengawasi kita di mana saja kita berada. (Luqman berkata) : "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui" (QS.
WajibTaat Kepada Pemimpin Kaum Muslimin Dalam Kebaikan - Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kita kepada jalan kebaikan. Sesungguhnya kita sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk apabila Allah tidak memberi kita petunjuk. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala amal shalih bisa terlaksana.
Kebaikanakan kembali kepada kita, apabila kita memberi dan memudahkan urusan orang lain. Kredit : Video Thailand
BacaJuga: Balasan Kebaikan Adalah Ridha Allah Swt Bagi Hamba-Nya. Berbuat Baiklah Sebagaimana Allah Berbuat Baik. Setelah melihat hakikat perbuatan, kita akan merujuk kepada ayat yang memerintahkan kita untuk berbuat baik sebagaimana Allah telah berbuat baik, yaitu terdapat dalam surah Al-Qashash ayat 77.
Baca juga: DAMPAK DARI MARAH DAN CARA MENGATASINYA) Lihat, kebaikan atau kasih yang kita lakukan selalu kembali kepada kita, Pada dasarnya, kitalah yang paling diuntungkan ketika kita berbuat baik atau berbuat kasih kepada seseorang.
Ketikakita berbuat kebaikan secara tulus, maka kebaikan itu akan kembali lagi kepada kita dari jalan yang tidak diduga-duga. Pada video tersebut terlihat bagaimana orang dengan senang hati dan tanpa pamrih membantu orang yang terkena musibah atau sedang kesusahan. Bagaimana kebaikan itu terus "menular" dan menjadi rantai dari satu orang kepada
jWA2r8c. COBALAH kita melempar bola pada dinding. Sekuat apa kita melempar, maka sekuat itu pula bola memantul ke arah kita. Lakukan berulang-ulang. Dan berulang-ulang pula bola itu memantul. Sadar ataupun tidak kehidupan yang kita jalani sekarang ini seperti kita melempar bola pada dinding. Sebesar apa kebaikan yang kita lakukan, sebesar itu juga kebaikan itu kembali ke kita. Sebesar apa keburukan yang kita buat maka sebesar itu juga keburukan itu kembali pada kita. Kita bisa berjalan, lari dan melompat itu bukanlah serta merta keahlian yang diperoleh dalam satu hari. Tapi minggu, bulan dan tahun yang kita lewatkan semasa kecilah yang membuat kita dengan mudah sekarang melakukannya. Orang tua kita mengajarkanya lagi dan lagi. Meski kita terjatuh sekalipun tetap kita diajarkannya untuk berdiri dan berjalan. Tidak perduli sebesar apa luka yang kita peroleh ketika belajar berdiri dan berjalan orang tua kita akan terus mengajarkannya lagi hingga kita bisa seperti saat ini. Berdiri, berjalan dan berlari dengan mudahnya. Kebaikan yang diajarkan orang tua kita adalah kebaikan yang pernah diajarkan kakek dan nenek kita pada orang tua kita. Selanjutnya seperti itu dan kebaikan itu berulang turun temurun. Seberapa baik kita merawat dan memperlakukan anak kita, maka sebaik itu pula mereka akan memperlakukan kita di hari tua nanti. Saya sadar betul pencapaian yang saya capai saat ini adalah hasil dari fikiran, keringat dan usaha yang telah saya keluarkan. Seperti halnya sekuat apa saya melempar bola ke dinding sekuat itu pula bola memantul. Sekuat usaha yang telah saya lakukan maka seperti itu pula hasil yang saya dapatkan. Tentunya ini atas kehendak Allah SWT semuanya. Sadarkah kita jika di sekeliling kita berbuat baik pada kita karena kita berbuat baik pada mereka. Begitupun mereka akan memperlakukan kita dengan tidak baik jika kita memperlakukan mereka dengan tidak baik. Jangan harap Allah SWT akan banyak memberi kemudahan jika kita sering mempersulit orang. Teruslah berbuat baik niscaya orang jahatpun akan berterimakasih. Teruslah memberi niscaya orang kikir pun akan berterimakasih. []
JAKARTA - Syekh Abdullah Ju'aitsan dalam bukunya yang berjudul Meneladani Nabi dalam Sehari menuliskan, doa termasuk salah satu jenis kebaikan. Termasuk, mendoakan kebaikan bagi saudara kita Muhammad SAW bersabda, "Doa seorang Muslim untuk saudaranya dengan tanpa sepengetahuan saudaranya itu mustajab. Di atas kepala orang itu ada malaikat yang mencatatnya malakun muwakkal. Setiap kali orang itu mendoakan kebaikan bagi saudaranya, maka malaikat tersebut mengucapkan amin semoga Allah mengabulkan dan untukmu juga seperti itu." HR Muslim Menurut Syekh Abdullah, dengan mendoakan kebaikan bagi saudara kita, berarti kita telah berbuat baik kepada diri kita sendiri dan saudara kita. Karena doa kita bagi saudara kita merupakan salah satu sebab terkabulnya doa itu, saat malaikat mengamini dan berkata, "Amin dan untukmu juga seperti itu." Kita juga berbuat kebaikan kepada saudara kita ketika kita mendoakannya tanpa sepengetahuannya dan dikabulkan. Al Khathib Al Baghdadi di dalam Tarikh Baghdad mengisahkan tentang riwayat hidup Abu Thayyib, bahwa dia senantiasan mendoakan saudara-saudaranya. Bahkan, dia mempunyai 300 nama saudaranya yang selalu dia doakan setiap malam satu per suatu malam, dia ketiduran dan lupa belum mendoakan mereka, maka dalam mimpinya dia didatangi seseorang yang berkata kepadanya, "Kamu belum menyalakan lampu-lampumu malam ini."Maka, dia bangun menyalakan lampunya dan mengeluarkan kertas serta mendoakan 300 orang saudaranya satu per satu lalu tidur Syekh Abdullah Ju'aitsan, dalam bukunya yang berjudul Meneladani Nabi dalam Sehari, sudah seharusnya kita mendoakan saudara-saudara kita, terlebih bagi siapapun yang mempunya hak atas diri kita. Misalnya, kedua orang tua dan orang yang memberikan nasihat, pembinaan, dakwah, atau taklim kepada kita."Tidak sepantasnya kita hanya mengambil manfaat ilmu dari para ulama dan para juru dakwah kita, lalu mereka tidak mendapatkan balasan apa pun selain ucapan terima kasih kita. Jangan begitu," tulis Syekh tulis Syekh Abdullah, kita mendoakan mereka tanpa sepengetahuan mereka, mmeberikan taufik kepada mereka, mengeluarkan mereka dari kesedihan, dan menolong mereka. "Demikian juga, kita hendaklah mendoakan Islam dan umat Islam," tulis Syekh Abdullah.
Yusuf Mansur. Foto kumparanInnal ahsantum ahsantum lianfusikum, wa in asa’tum falahaa...Potongan surat Al-Isra’ ayat 7 tersebut artinya, “Jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik kepada dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat keburukan berarti keburukan itu bagi dirimu sendiri...”Makna yang tersirat di dalamnya adalah bahwa ketika kita berbuat baik, itu artinya kita sedang berbuat baik untuk diri sendiri. Melakukan amalan-amalan baik untuk diri sendiri, menjalankan perbuatan mulia untuk diri sendiri, melakukan sesuatu yang baik dan sesuatu yang baik itu untuk diri demikian? Ya, sebab Allah tidak membutuhkan amalan-amalan baik tersebut. Yang membutuhkannya adalah diri kita kita berpuasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan, kebaikannya akan kembali kepada diri kita sendiri, keutamaan yang kita dapatkan akan kembali kepada diri kita, bukan kepada Allah apalagi sesama menjalankan salat tahajud setiap hari di sepertiga malam terakhir, dengan penuh pengorbanan harus bangun saat orang-orang yang lain tengah terlelap dibalut selimut. Lantas, siapa yang akan mendapatkan kebaikan, kita yang menjalankan salat tahajud atau mereka yang terlelap dalam mimpi? Tentu saja kita yang menjalankan shalat tahajud lah yang akan mendapatkan keutamaan dari Allah, doa-doanya tidak hanya didengar Allah, melainkan dikabulkan oleh Allah dalam surat Ar-Rahman ayat 60 disebutkan; bahwa tidak ada balasan kebaikan, kecuali kebaikan sebaliknya, saat kita melakukan keburukan, maka keburukan yang kita lakukan itulah sesungguhnya yang akan kembali kepada diri kita tidak menjalankan amalan-amalan kebaikan yang Allah tetapkan, tidak melakukan kebaikan perbuatan mulia, tidak juga menjalankan sesuatu yang baik, maka keburukannya akan didapat oleh diri kita doa yang kita panjatkan, seolah diacuhkan oleh Allah. Setiap permohonan yang kita haturkan, seolah tidak didengar oleh Allah. Kita dicuekin sama Allah. Oleh sebab apa? Oleh sebab perbuatan buruk kita kita semua tidak pernah bosan untuk melakukan amalan-amalan baik, aamiin yaa rabbal aalamiin.