ShahihBukhari hadis nomor 4598 Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf Telah menceritakan kepada kami Al Laits Telah menceritakan kepada kami Sa’id Al Maqburi dari bapaknya dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, ia berkata: Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah diberi keistimewaan-keistimewaan khusus yang tidak diberikan kepada مَاوَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ M a waddaAAaka rabbuka wam a qal a (Tiada meninggalkan kamu) tiada membiarkan kamu sendirian, hai Muhammad (Rabbmu, dan tiada pula Dia benci kepadamu) atau tidak senang kepadamu. TRIBUNJATENGCOM - Berikut bacaan 22 surat pendek Juz Amma sebagai pelengkap bacaan salat hingga waktu luang. Membaca juz amma sangat bernilai karena umat muslim sangat dianjurkan membaca Alquran. Selain berpahala membaca bahkan memahami isi dari setiap ayatnya memiliki manfaat lebih. Terutama sebagai pegangan hidup dalam Latin: Maa wadda’aka rabbuka wa maa qalaa (QS. Ad-Dhuha:3) Artinya : 3. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu. Rabbana ma khalaqta hadza bathila artinya. Rabbana Ma Khalaqta Hadza Bathila Rabbana ma khalaqta hadza bathila merupakan penggalan dari surat Ali 'Imran ayat 191. Rabbana ma khala Wamaaya'tiihim min nabii-yin ilaa kaanuu bihi yastahzi-uun(a) 008 ‬ ‫عوعرلحعمةة عرنب ع‬ Ahum yaqsimuuna rahmata rabbika nahnu qasamnaa bainahum ma'iisyatahum fiil hayaatiddunyaa warafa'naa ba'dhahum fauqa ba'dhin darajaatin liyattakhidza ba'dhuhum ba'dhan sukhrii-yan warahmatu rabbika khairun mimmaa yajma'uun(a maawadda’aka rabbuka wamaa qalaa walal-aakhiratu khayrun laka mina al-uulaa walasawfa yu’thiika rabbuka fatardhaa alam yajidka yatiiman faaawaa wawajadaka daallan fahadaa wawajadaka ‘aa-ilan fa-aghnaa fa-ammaa lyatiima falaa taqhar wa-ammaa ssaa-ila falaa tanhar wa-ammaa bini’mati rabbika fahaddits mawadda'aka rabbuka wa ma qala ; wa lal-akhiratu khairul laka minal-ula; wa lasaufa yu'tika rabbuka fa tarda ; A lam yajidka yatiman fa awa ; wa wajadaka dallan fa hada ; wa wajadaka 'a'ilan fa agna ; fa ammal-yatima fa la taq-har; wa ammas-sa'ila fa la tan-har ; wa amma bini'mati rabbika fa haddis; Doa Sholat Dhuha Artinya: Waktu Matahari Sepenggalah Naik (The Forenoon idzaa sajaa [93:2] dan demi malam apabila telah sunyi (gelap), [93:2] And the night when it covers with darkness. Maa wadda'aka rabbuka wamaa qalaa [93:3] Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu. Walasawfa yu'thiika rabbuka fatardaa [93:5] Dan kelak Tuhanmu 3 maa wadda'aka rabbuka wamaa qalaa 4. walal-aakhiratu khayrul laka mina l-uulaa 5. walasawfa yu'thiika rabbuka fatardaa 6. alam yajidka yatiiman faaawaa 7. wawajadaka daallan fahadaa 8. wawajadaka 'aa-ilan fa-aghnaa 9. fa-ammaa lyatiima falaa taqhar 10. wa-ammaa ssaa-ila falaa tanhar 11. wa-ammaa bini'mati rabbika fahaddits Maawaddaaka rabbuka wamaa qalaa. Surat Adh-Dhuha lengkap dengan terjemahan dan Latinnya. Bacaan Surah Ad Dhuha Ayat 1-11 Arab Latin dan Artinya. Innaa anzalnaahu fii laylati alqadri 2. Ad Duha 1 Wad Duha 2 Wal Laili Iza Saja 3 Ma Wadda Aka Rabbuka Wa Ma Qala 4 . Surat Ad Dhuha Lengkap Dengan Bacaan Arab Dan Latin Beserta Asbabun Nuzul xxfrx. وَقَضَيْنَآ إِلَيْهِ ذَٰلِكَ ٱلْأَمْرَ أَنَّ دَابِرَ هَٰٓؤُلَآءِ مَقْطُوعٌ مُّصْبِحِينَ Arab-Latin Wa qaḍainā ilaihi żālikal-amra anna dābira hā`ulā`i maqṭụ'um muṣbiḥīnArtinya Dan telah Kami wahyukan kepadanya Luth perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh. Al-Hijr 65 ✵ Al-Hijr 67 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangPelajaran Berharga Terkait Surat Al-Hijr Ayat 66 Paragraf di atas merupakan Surat Al-Hijr Ayat 66 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi pelajaran berharga dari ayat ini. Didapati variasi penjabaran dari banyak mufassir terhadap makna surat Al-Hijr ayat 66, antara lain seperti tercantum📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaDan Kami wahyukan kepada Luth, bahwa “ Kaummu akan di binasakan sehabis-habisnya sampai orang terakhir dari mereka, ketika waktu Shubuh tengah terbit.”📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram66. Kami memberitahu Lūṭ melalui wahyu perkara yang telah Kami tetapkan, bahwa kaumnya akan binasa total dengan diazab seluruhnya manakala waktu Subuh menjelang.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah66. Dan Kami wahyukan kepada Luth peristiwa menakutkan itu “Orang-orang berdosa dari kaummu akan dibinasakan semua tanpa terkecuali pada waktu terbit fajar.”Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah66. وَقَضَيْنَآ إِلَيْهِ Dan telah Kami wahyukan kepadanya Yakni Kami wahyukan kepada Nabi Luth. ذٰلِكَ الْأَمْرَperkara itu Yakni tentang pembinasaan kaumnya. Kemudian diperjelas dengan firman-Nya أَنَّ دَابِرَ هٰٓؤُلَآءِ مَقْطُوعٌ مُّصْبِحِينَ أَنَّ دَابِرَ هٰٓؤُلَآءِ مَقْطُوعٌ مُّصْبِحِينَyaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh Yakni bahwa orang yang terakhir binasa dari mereka adalah pada waktu subuh.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah66. Kami telah wahyukan kepada Luth perkara itu, yaitu bahwa kaumnya akan ditumpas habis di waktu subuh, yaitu ditumpas semua📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahKami telah memberi wahyu} Kami telah memberi wahyu {kepadanya tentang keputusan itu bahwa akhir dari mereka adalah ditumpas habis pada waktu subuh} bahwa kaum itu akan ditumbangkan sampai habis pada waktu subuhMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H66. “dan telah kami wahyukan kepadanya luth“ maksudnya kami telah wahyukan kepadanya luth perkara itu” maksudnya kami telah menyampaikan kepadanya sebuah berita yang tidak ada duanya ”yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu shubuh” siksa akan mendatangi mereka di waktu shubuh, yang akan menimpa dan menghabisi mereka secara tuntas.📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid NabawiMakna kata وَقَضَيۡنَآ إِلَيۡهِ ذَٰلِكَ ٱلۡأَمۡرَ wa qadhainaa ilaihil amr “Dan Kami telah menetapkan kepadanya Luth keputusan itu.” Kami telah menetapkan perkara itu kepada Luth, dan Kami wahyukan kepadanya, anna daabira haaulaa maqthuu’um mushbihiin “dan akhirnya mereka akan ditumpas habis pada waktu subuh.” Makna ayat Firman-Nya “dan teruskanlah berjalan sampai ke tempat yang diperintahkan kepadamu.” Rabb kalian memerintahkan kepada kalian, dan mereka telah diperintahkan untuk pergi ke Syam,firman-Nya “Dan Kami telah menetapkan kepadanya, bahwa mereka akan ditumpas habis pada waktu subuh.” Kami telah menetapkannya kepada Luth perkara itu, dan Kami wahyukan kepadanya “mereka akan ditumpas habis pada waktu subuh.” Mereka akan dimusnahkan hingga habis pada waktu subuh, hingga subuh datang lalu bumi mereka pun dijungkir-balikkan dan mereka pun binasa seluruhnya. Pelajaran dari ayat • Tidak boleh berbelas kasihan kepada orang-orang zalim yang binasa, berdasarkan firman-Nya “jangan ada di antara kalian yang menoleh.” Yaitu dengan hatinya.📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Hijr Ayat 66Allah menjelaskan pembinasaan atas kaum nabi lut sebagai berikut. Dan telah kami tetapkan kepadanya, yakni nabi lut, keputusan pembinasaan itu yang sungguh mengerikan. Kami telah memutuskan bahwa akhirnya mereka yang durhaka akan ditumpas habis pada waktu subuh. Tidak akan ada seorang pun dari mereka yang tersisa. Usai menggambarkan peristiwa yang akan terjadi pada kaum nabi lut, melalui ayat-ayat berikut Allah menceritakan suasana sebelum dialog antara nabi lut dengan para tamunya. Kaum nabi lut melihat ada pria-pria tampan yang bertamu ke rumah nabi lut. Dan datanglah sejumlah pendurhaka dari penduduk kota itu, yakni sodom yang menjadi tempat tinggal nabi lut, ke rumah lut dengan gembira dan berduyunduyun karena kedatangan para tamu tampan itu. Mereka datang untuk mengajak para tamu itu melakukan hubungan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangDemikianlah kumpulan penjelasan dari kalangan ulama tafsir berkaitan isi dan arti surat Al-Hijr ayat 66 arab-latin dan artinya, moga-moga bermanfaat bagi kita bersama. Bantu kemajuan kami dengan memberi link ke halaman ini atau ke halaman depan Bacaan Cukup Sering Dikaji Terdapat berbagai materi yang cukup sering dikaji, seperti surat/ayat Ali Imran 104, Al-Fatihah 7, Ali Imran 191, Al-Fatihah 1, Yasin 40, Al-A’raf. Ada pula Luqman 13-14, Yunus 41, Al-Fatihah 2, Assalaamualaikum, Al-Baqarah 284-286, Al-Baqarah 216. Ali Imran 104Al-Fatihah 7Ali Imran 191Al-Fatihah 1Yasin 40Al-A’rafLuqman 13-14Yunus 41Al-Fatihah 2AssalaamualaikumAl-Baqarah 284-286Al-Baqarah 216 Pencarian ma wadda aka rabbuka wamaa qalaa, alam taro kaifafa ala rabbuka, arti innama amruhu idza aroda syaian ayyakulalahu kun fayakun, arab alhamdulillahirobbil alamin, cara mengamalkan surat al waqiah ayat 35-38 Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah Artikel ini akan menjelaskan arti man robbuka lengkap dengan tulisan Arabnya. Frasa ini pasti telah sering didengar oleh mayoritas umat muslim karena kerap dijelaskan oleh para pendakwah di atas mimbar. Ada banyak keterangan yang menjelaskan bahwa man robbuka adalah satu di antara beberapa pertanyaan yang diajukan oleh malaikat di alam kubur nanti. Jadi, setiap manusia di alam kubur nanti, baik yang muslim ataupun bukan akan diberikan pertanyaan man robbuka. Malaikat yang bertugas memberikan pertanyaan itu adalah Munkar dan Nakir. Keduanya akan datang memeriksa keimanan mayat sambil memegang cambuk api, yang telah biru warnanya, kalau tidak bisa menjawab “Man Rabbuka” dan pertanyaan-pertanyaan lain, sang mayat akan dilecut dengan cambuk itu. Jika dibahas lebih lanjut mengenai pertanyaan yang diajukan malaikat, selain Man Robbuka, ada juga pertanyaan lainnya, yaitu “Man Dinuka” dan “Homo Nabiyyuka”. Pertanyaan itu kemudian akan dilanjutkan dengan pertanyaan lainnya, yaitu “Man Kitabuka”, “Aina Qiblatuka”, dan “Man Ikhwanuka”. Lantas, apa arti dari Human Robbuka? Nah, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan Man Robbuka artinya apa. Selain itu, kami juga akan memberikan bentuk tulisan Arab dari Human being Robbuka. Semoga dapat menambah pengetahuan pembaca. Yuk, berikut ini uraiannya… Arti Homo Robbuka Man Robbuka adalah pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur nanti yang memiliki arti “Siapa Tuhanmu”. Jawaban dari pertanyaan ini adalah “Allahu Rabbi” Allah Tuhanku. Barang siapa yang menjawab pertanyaan ini dengan benar, maka selamatlah dia dari siksa kubur. Namun bila tidak mampu menjawabnya, maka siksa kubur pun menantinya. Seorang muslim harus memiliki persiapan di dunia agar bisa menjawab pertanyaan ini. Mungkin, ada di antara pembaca yang bergumam “Ah, mudah kok menjawabnya, kan jawabannya adalah Allahu Rabbi’, seperti yang telah dijelaskan di atas”. Namun ternyata tidak semudah itu pembaca sekalian. Sekarang kita mudah menjawab seperti itu karena jawabannya masih tersimpan di otak. Tetapi, ketika kematian telah tiba, seluruh tubuh termasuk otak sudah tidak berfungsi lagi alias mati. Otomatis, seluruh pengetahuan yang tersimpan di dalamnya juga ikut mati. Jadi, meskipun kita memiliki pengetahuan terkait jawaban dari pertanyaan Man Robbuka, maka pengetahuan itu akan hilang dengan sendirinya ketika tubuh kita telah menjadi mayat. Konon, modal kita untuk menjawab pertanyaan ini nanti adalah kebiasaan hidup kita di dunia, yaitu kecenderungan hati kita. Apakah kita cenderung mengejar kehidupan ukhrowi atau malah lebih sibuk mengejar kehidupan duniawi. Orang yang memiliki kecenderungan kehidupan ukhrowi akan lebih mudah menjawab pertanyaan Man Robbuka karena hidupnya lebih banyak ia dedikasikan untuk beribadah kepada Allah Swt. Ia mengenal Tuhannya dengan baik, sehingga ia akan fasih menjawabnya. Namun sebaliknya, mereka yang lebih cenderung dengan kehidupan duniawi akan menomorduakan Tuhannya, urusan duniawi lebih utama dari beribadah kepada Tuhan sehingga ia tidak terlalu mengenal Allah Swt. Tulisan Arab Man Robbuka Bagi Anda yang ingin mengetahui bentuk tulisan Arab dari Human Robbuka, berikut ini adalah contoh tulisan Arabnya yang bisa dicopy مَنْ رَبُّكَ Latin Man Robbuka Artinya Siapa Tuhanmu Jawaban / Balasan Man Robbuka Jawaban atau balasan dari pertanyaan Human Robbuka Siapa Tuhanmu adalah Allahu Rabbi Allah Tuhanku. Jawaban ini merupakan satu komitmen ketuhanan bahwa hanya Allah yang memelihara, mendidik, dan menguasai diri seorang hamba. Allah adalah Tuhan seluruh alam semesta. Dia-lah yang telah menciptakan malaikat, jin, dan manusia. Dia juga yang telah menciptakan matahari, bulan, bintang-bintang, dan seluruh planet yang ada di alam semesta ini. Tidak ada satu makhluk pun yang ada di alam semesta ini termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan, kecuali menyembah dan bertasbih memuji Allah dengan caranya masing-masing. Hanya, kita tidak mengetahui tata cara mereka melakukannya. Allah berfirman Tidaklah kamu melihat bahwa semua yang ada di langit dan bumi bertasbih memuji Allah hingga burung yang mengepakkan sayapnya. Masing-masing mengetahui cara menyembah Allah dan bertasbih memuji-Nya QS. An-Nur 41 Hadits Man Robbuka Hadits tentang Man Robbuka termasuk ke dalam kelompok hadits pertanyaan di alam kubur. Hadits yang cukup populer dan sering dikutip oleh para ulama mengenai pertanyaan di alam kubur adalah hadits yang diriwayatkan oleh Al Bara’ bin Azib. Hadits itu sendiri cukup panjang, berikut ini akan kami kutip semuanya untuk pembaca sekalian حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ مِنْهَالِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ زَاذَانَ عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جِنَازَةِ رَجُلٍ مِنَ الْأَنْصَارِ فَانْتَهَيْنَا إِلَى الْقَبْرِ وَلَمَّا يُلْحَدْ فَجَلَسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَلَسْنَا حَوْلَهُ وَكَأَنَّ عَلَى رُءُوسِنَا الطَّيْرَ وَفِي يَدِهِ عُودٌ يَنْكُتُ فِي الْأَرْضِ فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا ثُمَّ قَالَ إِنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا كَانَ فِي انْقِطَاعٍ مِنْ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنْ الْآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مَلَائِكَةٌ مِنْ السَّمَاءِ بِيضُ الْوُجُوهِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمْ الشَّمْسُ مَعَهُمْ كَفَنٌ مِنْ أَكْفَانِ الْجَنَّةِ وَحَنُوطٌ مِنْ حَنُوطِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسُوا مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِيءُ مَلَكُ الْمَوْتِ عَلَيْهِ السَّلَام حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ اخْرُجِي إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ قَالَ فَتَخْرُجُ تَسِيلُ كَمَا تَسِيلُ الْقَطْرَةُ مِنْ فِي السِّقَاءِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِي يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَأْخُذُوهَا فَيَجْعَلُوهَا فِي ذَلِكَ الْكَفَنِ وَفِي ذَلِكَ الْحَنُوطِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَطْيَبِ نَفْحَةِ مِسْكٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ قَالَ فَيَصْعَدُونَ بِهَا فَلَا يَمُرُّونَ يَعْنِي بِهَا عَلَى مَلَإٍ مِنْ الْمَلَائِكَةِ إِلَّا قَالُوا مَا هَذَا الرُّوحُ الطَّيِّبُ فَيَقُولُونَ فُلَانُ بْنُ فُلَانٍ بِأَحْسَنِ أَسْمَائِهِ الَّتِي كَانُوا يُسَمُّونَهُ بِهَا فِي الدُّنْيَا حَتَّى يَنْتَهُوا بِهَا إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَسْتَفْتِحُونَ لَهُ فَيُفْتَحُ لَهُمْ فَيُشَيِّعُهُ مِنْ كُلِّ سَمَاءٍ مُقَرَّبُوهَا إِلَى السَّمَاءِ الَّتِي تَلِيهَا حَتَّى يُنْتَهَى بِهِ إِلَى السَّمَاءِ السَّابِعَةِ فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ اكْتُبُوا كِتَابَ عَبْدِي فِي عِلِّيِّينَ وَأَعِيدُوهُ إِلَى الْأَرْضِ فَإِنِّي مِنْهَا خَلَقْتُهُمْ وَفِيهَا أُعِيدُهُمْ وَمِنْهَا أُخْرِجُهُمْ تَارَةً أُخْرَى قَالَ فَتُعَادُ رُوحُهُ فِي جَسَدِهِ فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ رَبِّيَ اللَّهُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا دِينُكَ فَيَقُولُ دِينِيَ الْإِسْلَامُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ فَيَقُولُ هُوَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولَانِ لَهُ وَمَا عِلْمُكَ فَيَقُولُ قَرَأْتُ كِتَابَ اللَّهِ فَآمَنْتُ بِهِ وَصَدَّقْتُ فَيُنَادِي مُنَادٍ فِي السَّمَاءِ أَنْ صَدَقَ عَبْدِي فَأَفْرِشُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَأَلْبِسُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى الْجَنَّةِ قَالَ فَيَأْتِيهِ مِنْ رَوْحِهَا وَطِيبِهَا وَيُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ مَدَّ بَصَرِهِ قَالَ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ الْوَجْهِ حَسَنُ الثِّيَابِ طَيِّبُ الرِّيحِ فَيَقُولُ أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُرُّكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ فَيَقُولُ لَهُ مَنْ أَنْتَ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالْخَيْرِ فَيَقُولُ أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ فَيَقُولُ رَبِّ أَقِمْ السَّاعَةَ حَتَّى أَرْجِعَ إِلَى أَهْلِي وَمَالِي قَالَ وَإِنَّ الْعَبْدَ الْكَافِرَ إِذَا كَانَ فِي انْقِطَاعٍ مِنْ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنْ الْآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مِنْ السَّمَاءِ مَلَائِكَةٌ سُودُ الْوُجُوهِ مَعَهُمْ الْمُسُوحُ فَيَجْلِسُونَ مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِيءُ مَلَكُ الْمَوْتِ حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْخَبِيثَةُ اخْرُجِي إِلَى سَخَطٍ مِنْ اللَّهِ وَغَضَبٍ قَالَ فَتُفَرَّقُ فِي جَسَدِهِ فَيَنْتَزِعُهَا كَمَا يُنْتَزَعُ السَّفُّودُ مِنْ الصُّوفِ الْمَبْلُولِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِي يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَجْعَلُوهَا فِي تِلْكَ الْمُسُوحِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَنْتَنِ رِيحِ جِيفَةٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ فَيَصْعَدُونَ بِهَا فَلَا يَمُرُّونَ بِهَا عَلَى مَلَإٍ مِنْ الْمَلَائِكَةِ إِلَّا قَالُوا مَا هَذَا الرُّوحُ الْخَبِيثُ فَيَقُولُونَ فُلَانُ بْنُ فُلَانٍ بِأَقْبَحِ أَسْمَائِهِ الَّتِي كَانَ يُسَمَّى بِهَا فِي الدُّنْيَا حَتَّى يُنْتَهَى بِهِ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيُسْتَفْتَحُ لَهُ فَلَا يُفْتَحُ لَهُ ثُمَّ قَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ } فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ اكْتُبُوا كِتَابَهُ فِي سِجِّينٍ فِي الْأَرْضِ السُّفْلَى فَتُطْرَحُ رُوحُهُ طَرْحًا ثُمَّ قَرَأَ { وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ } فَتُعَادُ رُوحُهُ فِي جَسَدِهِ وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ مَا دِينُكَ فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ أَنْ كَذَبَ فَافْرِشُوا لَهُ مِنْ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ مُنْتِنُ الرِّيحِ فَيَقُولُ أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوءُكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ فَيَقُولُ مَنْ أَنْتَ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالشَّرِّ فَيَقُولُ أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ فَيَقُولُ رَبِّ لَا تُقِمْ السَّاعَةَ Artinya Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata telah menceritakan kepada kami Abu Muawiyah ia berkata telah menceritakan kepada kami al-A’masy dari Minhaal bin Amr dari Zaadzaan dari al-Bara’ bin Azib radhiyallahu anhu ia berkata Kami keluar bersama Nabi shollallahu alaihi wasallam mengantarkan jenazah seorang laki-laki Anshar hingga kami tiba di kubur. Ketika jenazah itu telah diletakkan di liang lahad, Rasulullah shollallahu alaihi wasallam duduk dan kami pun duduk di sekeliling beliau. Kami terdiam sangat tenang seakan-akan di kepala kami ada burung yang hinggap. Di tangan Nabi terdapat potongan kayu yang beliau ketuk-ketukkan ke tanah. Nabi mengangkat kepala beliau dan bersabda Mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur. Beliau mengucapkan hal itu dua kali atau tiga kali. Kemudian beliau bersabda Sesungguhnya seorang hamba yang beriman jika menjelang berakhir masa kehidupan di dunia dan hendak menuju akhirat, Malaikat-Malaikat dari langit turun kepadanya. Malaikat-Malaikat itu wajahnya putih bersinar bagaikan matahari. Mereka membawa kafan dari Surga dan hanuth sejenis wewangian untuk mayat dari Surga, hingga mereka duduk di sisi hamba itu sejarak pandangan mata dekat dengannya. Kemudian datanglah Malaikat maut alaihis salaam hingga duduk di dekat kepalanya dan berkata Wahai jiwa yang baik keluarlah menuju ampunan dari Allah dan keridhaanNya. Maka keluarlah ruh itu mengalir bagaikan aliran tetesan air dari penampungan air minum. Kemudian diambillah ruh itu oleh Malaikat maut, tidak sampai sekejap mata berada di tangannya, segera diletakkan dalam kafan dan diberi hanuth dari Surga itu. Keluarlah darinya bau harum semerbak bagaikan misk terbaik yang pernah ditemukan di muka bumi. Kemudian para Malaikat itu naik dengan membawa ruh itu ke langit. Tidaklah berpapasan dengan sekelompok Malaikat kecuali para Malaikat yang dilewatinya berkata Ruh siapakah yang baik ini? Mereka berkata itu adalah fulan bin fulan, disebutkan dengan nama terbaik yang diberikan nama untuknya di dunia. Hingga sampai di langit dunia, para Malaikat pembawa ruh itu meminta dibukakan pintu langit dunia, maka dibukakanlah untuk mereka. Kemudian ruh itu diiringi oleh para Malaikat yang berada dekat dengan lapisan langit setelahnya. Demikian terus berlangsung hingga langit ke tujuh. Kemudian Allah Azza Wa Jalla berfirman Tuliskanlah kitab untuk hambaKu di Iliyyin, dan kembalikanlah ia ke bumi. Karena dari bumilah Aku menciptakan mereka, padanya Aku kembalikan mereka, dan dari bumilah mereka akan dikeluarkan pada kali yang lain. Maka dikembalikanlah ruhnya pada jasadnya. Kemudian datanglah dua Malaikat yang mendudukkan orang itu dan bertanya Siapakah Rabbmu? Orang itu berkata Rabbku adalah Allah. Kedua Malaikat itu berkata Apa agamamu? Ia berkata Agamaku Islam. Kedua Malaikat itu berkata Siapakah laki-laki ini yang diutus untuk kalian? Orang itu berkata Dia adalah Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Kedua Malaikat itu berkata apa sumber ilmumu sehingga beriman demikian? Orang itu berkata Aku membaca Kitabullah, kemudian aku beriman dengannya dan membenarkannya. Kemudian ada yang berseru di langit hambaKu telah benar. Hamparkanlah permadani untuknya dari Surga dan pakaikanlah untuknya pakaian dari Surga. Bukakanlah untuknya pintu menuju Surga sehingga hawa dan aromanya menerpanya. Dilapangkanlah tempat tinggalnya di kuburannya sejauh mata memandang. Kemudian datanglah seorang laki-laki yang rupawan, berpakaian indah, beraroma wangi. Lelaki itu berkata Bergembiralah dengan hal yang menggembirakanmu. Ini adalah hari yang engkau dijanjikan dengannya. Orang itu berkata Siapakah engkau yang berwajah rupawan? Lelaki itu berkata Aku adalah amalanmu yang shalih. Orang itu berkata Wahai Rabbku segera tegakkanlah hari kiamat hingga aku bisa segera kembali pada keluargaku yang beriman dan juga bidadari dan para pembantu di Surga, pent serta harta-hartaku di Surga. Sesungguhnya seorang hamba yang kafir jika menjelang berakhirnya kehidupan di dunia dan menuju akhirat, turunlah para Malaikat dari langit yang berwajah buruk. Para Malaikat itu membawa kain yang kumal/kasar. Para Malaikat itu duduk di dekatnya sejarak pandangan matanya. Kemudian datanglah Malaikat maut hingga duduk di dekat kepalanya dan berkata Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju kemarahan dan kemurkaan dari Allah. Maka ruh itu pun bercerai berai terpisah dalam jasadnya. Malaikat maut pun mencabut ruh itu bagaikan dicabutnya besi untuk membakar daging dari bulu domba yang basah. Kemudian segera diambil ruh itu oleh Malaikat maut dan tidaklah ditinggalkan sekejap mata pun hingga diletakkan pada kain kasar itu. Keluarlah aroma busuk bagaikan bangkai terburuk yang pernah ditemukan di muka bumi. Kemudian para Malaikat itu pun naik dengan membawa ruh itu ke langit. Tidaklah berpapasan dengan sekelompok Malaikat kecuali Malaikat-Malaikat yang dilewatinya berkata Ruh siapakah yang buruk ini? Mereka berkata Ini adalah fulan bin fulan, disebutkan dengan nama terburuk yang pernah disandangnya di dunia. Demikian terus berlangsung hingga sampai di langit dunia. Para Malaikat itu minta dibukakan pintu langit, namun tidaklah dibukakan. Kemudian Rasulullah shollallahu alaihi wasallam membaca Tidaklah dibukakan untuk mereka pintu-pintu langit, dan mereka tidak akan masuk Surga hingga unta masuk ke lubang jarum al-A’raaf ayat forty. Allah Azza Wa Jalla berfirman Tuliskanlah kitabnya di Sijjin di lapisan bumi paling bawah. Kemudian dilemparkanlah ruhnya begitu saja. Kemudian Nabi membaca Dan barangsiapa yang berbuat syirik kepada Allah, seakan-akan ia terjatuh dari langit kemudian disambar oleh burung atau terbang tertiup angin ke tempat yang jauh al-Hajj ayat 31 Kemudian dikembalikanlah ruhnya pada jasadnya. Kemudian datanglah dua Malaikat yang mendudukkannya dan berkata Siapa Rabbmu. Orang itu berkata Hah…hah…aku tidak tahu. Kedua Malaikat itu berkata Apa agamamu? Orang itu berkata Hah…hah…aku tidak tahu. Kedua Malaikat itu berkata Siapakah laki-laki ini yang diutus kepada kalian? Orang itu berkata Hah..hah.. aku tidak tahu. Kemudian penyeru di langit berseru Orang itu telah berdusta. Hamparkanlah untuknya permadani dari Neraka dan bukakanlah untuknya pintu menuju Neraka sehingga ia bisa merasakan hawa panasnya. Disempitkan kuburnya menghimpitnya hingga tulang-tulang rusuknya berantakan. Kemudian datanglah seorang laki-laki yang berwajah buruk berpakaian buruk berbau busuk berkata Bergembiralah dengan hal-hal yang membuatmu bersedih. Ini adalah harimu yang sebelumnya telah dijanjikan untukmu. Orang itu berkata Siapakah engkau yang berwajah buruk ini? Lelaki itu berkata aku adalah amalanmu yang buruk. Orang itu berkata Wahai Rabbku, janganlah engkau tegakkan hari kiamat Ahmad Kumpulan Pertanyaan di Alam Kubur Human being Robbuka hanyalah satu di antara beberapa pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur. Pertanyaan yang diajukan oleh kedua malaikat tersebut menyangkut masalah keimanan kepada Allah Swt serta rasul-Nya dan hal-hal lain yang berkaitan dengan masalah akidah. Menurut golongan Ahl As-Sunnah wa al-Jamaah, setiap orang yang meninggal dunia pasti aka ditanya, baik setelah mayatnya dikuburkan maupun tidak dikuburkan misalnya, mati dimakan binatang buas, dibakar, atau tenggelam di laut. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath Al-Bari mengatakan bahwa menurut Ibnu Hazm, masalah yang menyangkut pertanyaan di dalam kubur dan hal-hal lain yang berkaitan dengan masalah kubur hanya dihadapkan pada ruh manusia tanpa kembalinya ruh tersebut ke dalam tubuhnya. Menurut jumhur sebagian besar ualam, ruh manusia itu dikembalikan Allah Swt. ke jasadnya, baik secara keseluruhan jika tubuh itu masih utuh maupun sebagian anggota tubuh saja. Allah Swt. Mahakuasa melakukan hal tersebut. Berikut ini adalah kumpulan pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur beserta jawabannya Human being Robbuka Siapa Tuhanmu = Allahu Rabbi Allah Tuhanku Waman Nabiyyuka Siapa Nabimu = Wa Muhammadun Nabiyyi Muhammad Nabiku Wama Imamuka Apa pedomanmu = Wal Qur’anu imami Al Qur’an Pedomanku Wama Dinuka Apa Agamamu = Wal Islamu dini Islam Agamaku Wama Qiblatuka Mana Kiblatmu = Wal Ka’batu Qiblati Ka’bah Kiblatku Waman Ikhwanuka Siapa Saudaramu = Wal Mu’minuna wal Muslimuna kulluhum ikhwani Muslimin dan Muslimah saudaraku Demikianlah penjelasan tentang Human being Robbuka Arti, Tulisan Arab, Jawaban. Bagikan materi ini agar orang lain juga bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat. Ma Wadda Aka Rabbuka Wamaa Qalaa Ma wadda aka rabbuka wamaa qalaa merupakan ayat ke tiga dari surat Ad-Dhuha. Lebih tepatnya adalah, "Maa wadda'aka rabbuka wa maa qalaa". Sedikit penjelasan tentang surat Ad-Dhuha, surat Ad-Dhuha merupakan surat Makkiyah atau surat yaNg diturunkan di Mekkah sebelum Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Surat Ad Dhuha adalah surat ke 93 dalam Al-Qur'an dan terdiri atas 11 ayat, tepatnya pada Juz 30. Dinamakan Ad Dhuha karena diambil pada ayat pertama surat ini yang mempunyai arti waktu matahari sepenggalahan naik. Surat Ad-Dhuha menjelaskan tentang pemeliharaan Allah SWT terhadap Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dengan cara yang tak putus-putusnya, larangan berbuat buruk terhadap anak yatim dan orang yang meminta-minta dan mengandung pula perintah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam supaya mensyukuri segala wadda'aka rabbuka wa maa qalaa artinya, "Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada pula benci kepadamu." Maksud dari ayat tersebut adalah ketika turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam terhenti untuk sementara waktu, orang-orang musyrik berkata, "Tuhannya Muhammad telah meninggalkannya dan benci kepadanya." Maka turunlah ayat tersebut untuk membantah perkataan orang-orang musyrik itu yaitu, "Tuhanmu tiada meninggalkan kamu Muhammad dan tiada pula benci kepadamu." Yakni Allah Subhaanahu wa Ta'aala tidaklah meninggalkan Beliau dan membiarkannya sejak Dia mengurus dan mendidik Beliau dengan senantiasa mengurus dan mendidik Beliau dengan pendidikan sebaik-baiknya serta meninggikan Beliau sederajat demi sederajat. Yakni Dia tidak membencimu sejak Dia keadaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang dahulu dan yang sekarang; yakni keadaan yang paling sempurna; kecintaan Allah untuk Beliau dan tetap terus seperti itu serta diangkatnya Beliau kepada kesempurnaan, dan tetap terusnya mendapatkan perhatian dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Adapun keadaan Beliau pada masa mendatang, maka sebagaimana firman-Nya, "Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada permulaan."Ma Wadda Aka Rabbuka Wamaa QalaaMa wadda aka rabbuka wamaa qalaa merupakan ayat ke tiga dari surat Ad-Dhuha. Berikut ini merupakan surat Ad-Dhuha ayat ke tiga arab dan artinya مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰLatin Maa wadda'aka rabbuka wa maa qalaa QS. Ad-Dhuha1Artinya Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada pula benci kepadamu. QS. Ad-Dhuha1Tafsir Surat Ad-Dhuha Ayat 3 Menurut Al-Muyassar/Kementerian Agama Saudi Arabia3. Rabbmu -wahai Rasul- tidak akan meninggalkanmu dan tidak pula memurkaimu sebagaimana ucapan orang-orang musyrik tatkala wahyu terputus Ad-Dhuha Arab dan Artinya Dan berikut ini merupakan surat Ad-Dhuha ayat 1 sampai 11 arab dan artinyaوَٱلضُّحَىٰLatin Wad-duhaa QS. Ad-Dhuha1Artinya 1. Demi waktu matahari sepenggalahan naik. QS. Ad-Dhuha1وَٱلَّيْلِ إِذَا سَجَىٰLatin Wal-laili iżaa sajaa QS. Ad-Dhuha2Artinya 2. dan demi malam apabila telah sunyi gelap, QS. Ad-Dhuha2مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰLatin Maa wadda’aka rabbuka wa maa qalaa QS. Ad-Dhuha3Artinya 3. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada pula benci kepadamu. QS. Ad-Dhuha3وَلَلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ ٱلْأُولَىٰLatin Wa lal-aakhiratu khairul laka minal-ulaa QS. Ad-Dhuha4Artinya 4. Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang permulaan. QS. Ad-Dhuha4وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰٓLatin Wa lasaufa yu’tiika rabbuka fa tardaa QS. Ad-Dhuha5Artinya 5. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu hati kamu menjadi puas. QS. Ad-Dhuha5أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰLatin A lam yajidka yatiiman fa aawaa QS. Ad-Dhuha6Artinya 6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? QS. Ad-Dhuha6وَوَجَدَكَ ضَآلًّا فَهَدَىٰLatin Wa wajadaka daallan fa hadaa QS. Ad-Dhuha7Artinya 7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. QS. Ad-Dhuha7وَوَجَدَكَ عَآئِلًا فَأَغْنَىٰLatin Wa wajadaka aa`ilan fa agnaa QS. Ad-Dhuha8Artinya 8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. QS. Ad-Dhuha8فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْLatin Fa ammal-yatīma fa laa taq-har QS. Ad-Dhuha9Artinya 9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. QS. Ad-Dhuha9وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْLatin Wa ammas-saa`ila fa laa tan-har QS. Ad-Dhuha10Artinya 10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. QS. Ad-Dhuha10وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْLatin Wa ammaa bini’mati rabbika fa haddis QS. Ad-Dhuha11Artinya 11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan. QS. Ad-Dhuha11Itulah penjelasan tentang ma wadda aka rabukka wamaa qalaa yang ternyata merupakan ayat ketiga dari surat Ad-Dhuha. Sekian penjelasan kali ini, semoga bermanfaat.