Mengutip buku berjudul Ensiklopedia Tasawuf Imam Al-Ghazali karangan M. Abdul Mujieb, โ€ŽSyafi'ah, dan โ€ŽH. Ahmad Ismail M. (2009: 574), wirid memiliki arti bacaan-bacaan dzikir, doa, atau amalan-amalan lain yang biasa dibaca atau diamalkan setelah shalat, seperti wirid imam Al Ghazali. 8. Ungkapan zikir berupa Ayat-ayat Al-Qur'an, baik keseluruhan maupun sebagian. Biasanya, ayat-ayat yang dibaca adalah ayat pilihan dan dijadikan wirid zikir setelah shalat wajib. Selain Surat Al-Fatihah, di antaranya Surat Al-Baqarah ayat 1-5, Ayat 163, Ayat 255 (Ayat Kursi), dan ayat 284-285. Zikir Tarekat Sufi Artinya "Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, tiada daya dan upaya melainkan atas pertolongan Allah." Dzikir Imam Al-Ghazali Kelima ุณูุจูู‘ูˆู’ุญูŒ ู‚ูุฏูู‘ูˆู’ุณูŒ ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฑูู‘ูˆู’ุญู Subbรปhun quddรปsur rabbul malรขikati war rรปh Artinya, "Maha suci, maha qudus, tuhan sekalian malaikat dan ruh (Jibril)." Tawakal Secara Umum. Tawakal adalah tahapan ketika seorang hamba telah melalui fase ikhtiar. Sebuah fase yang menuntut untuk berusaha dan bekerja dengan bersungguh-sungguh dan sempurna. Baru setelah itu menyerahkan hasil dan buah amal kerja hanya kepada Allah Azza wa Jalla, Dzat yang menjadi wakil atas segala urusan dan keperluan. Artinya "Hendaknya tasbih-tasbihmu dan zikir-zikirmu terdapat sepuluh kalimat," yaitu: 1. ู„ูŽุง ุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒูุŒ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูุŒ ูŠูุญู’ูŠูู‰ ูˆูŽูŠูู…ููŠู’ุชูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุญูŽูŠูŒู‘ ู„ูŽุง ูŠูŽู…ููˆู’ุชูุŒ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏููŠู’ุฑู Artinya "Tiada tuhan selain Allah, Yang Maha Esa tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan, Dia maha hidup tidak mati, kebaikan ada di kekuasaan-Nya. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." Kedua: ู„ูŽุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู…ูŽู„ููƒู ุงู„ุญูŽู‚ูู‘ ุงู„ู…ูุจููŠู’ู† Dalam Al Baqarah ayat 152 disebutkan: ููŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆู†ููŠ ุฃูŽุฐู’ูƒูุฑู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุดู’ูƒูุฑููˆุง ู„ููŠ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽูƒู’ููุฑููˆู†ู "Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.". Ketiga, Allah akan mengampuni orang yang berdzikir sebagaimana Allah Kepekaan hati seorang Imam Syafii, Imam Ghazali, Imam Asyari, Imam Maturidi, Imam Dasuqi akan jauh berbeda dengan Ulama-ulama masa kini. Oleh karenanya, nilai karya dan pemikiran Imam-imam salaf lebih mendekati kebenaran. Poinnya adalah hati yang bersih dan suci menjadikan batin terbuka lebar untuk melihat, menjalankan amal-amal sholeh. surat al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat, kebalikan dari pendapat yang pertama tadi yang diwakili oleh Imam asy-Syafi'i. Jumlah huruf yang ada dalam surah al-Fatihah adalah 139 huruf, yang terangkai dalam 25 kata. Adapun unsur-unsur pokok yang terdapat dalam al-Fatihah adalah cerminan atau intisari dari Alquran, unsur pokok tersebut adalah meliputi tentang keimanan, hukum dan kisah-kisah. TasbihWirid Imam Al-Ghazali adalah website tasbih digital yang memudahkan menghitung Wirid harian dari hari senin sampai minggu seperti yang diamalkan oleh Imam Al-Ghazali. Pilihan hari akan otomatis menyesuaikan dengan hari sekarang. Hari Kamis ุณุจุญุงู† ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนุธูŠู… ูˆุจุญู…ุฏู‡ Subhanallahil adhim wa bihamdih (1000x) U7Hl. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID GhzSWpZ_-E7e6uGcv_mZNXGDS4nMEz6xYeLDbZ1lxvDfrYwMoWfXDQ== Jakarta - Ada berbagai amalan wirid atau dzikir. Lafal dan cara pengemalannya bermacam-macam dan bervariasi. Salah satu tujuan wirid adalah agar hari-hari kita dihiasi oleh asma Allah SWT yang menyebabkan hati kita tidak gersang, dan dibukakan jalan menuju Tuhan semesta alam. Saat seseorang berdzikir, ia akan merasa lebih dekat pada Allah dan merasa lebih tenang dan damai. Hal ini dapat membantu seseorang dalam mencapai kebahagiaan yang lebih bermakna. Setelah menunaikan sholat fardhu, umat muslim dianjurkan meluangkan waktu sejenak untuk membaca bacaan wirid. Amalan tersebut ditujukan agar senantiasa mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mengenal 10 Ibu Susuan Nabi Muhammad SAW Jangan Berani-Berani Merokok di Kawasan Ini, Bisa Didenda Rp800 Ribu Tak Semata Perang, Ini Cara Jihad Nabi Muhammad SAW yang Wajib Diteladani Ada yang mengamalkan dzikir seadanya, setelah sholat saja, hingga ada yang di setiap embusan napasnya dihiasi dengan asma Allah SWT. Menukil Imam Al-Ghazali, dalam karyanya, Bidรขyatul Hidรขyah merekomendasikan kita beberapa wiridan yang dapat kita amalkan. ูˆูŽู„ู’ูŠูŽูƒูู†ู’ ู…ูู†ู’ ุชูŽุณูŽุงุจููŠู’ุญููƒูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุฐู’ูƒูŽุงุฑููƒูŽ ุนูŽุดู’ุฑู ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชู Artinya, โ€œHendaknya tasbih-tasbihmu dan dzikir-dzikirmu terdapat sepuluh kalimat,โ€. 10 kalimat zikir tersebut yaitu Simak Video Pilihan IniLongsor Timbun Aliran Sungai dan Picu Risiko Banjir BandangRekomendasi Wiridan Imam Al-GhazaliPertama ู„ูŽุง ุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒูุŒ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูุŒ ูŠูุญู’ูŠูู‰ ูˆูŽูŠูู…ููŠู’ุชูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุญูŽูŠู‘ูŒ ู„ูŽุง ูŠูŽู…ููˆู’ุชูุŒ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏููŠู’ุฑู Lรข ilรขha illallah, wahdahu lรข syarรฎka lah, lahul mulku, lahul hamdu, yuhyรฎ wa yumรฎtu, wa huwa alรข kulli syay`in qadรฎr. Artinya, โ€œTiada tuhan selain Allah, Yang Maha Esa tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan, Dia maha hidup tidak mati, kebaikan ada di kekuasaan-Nya. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.โ€ Kedua ู„ูŽุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู…ูŽู„ููƒู ุงู„ุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ู…ูุจููŠู’ู† Lรข ilรขha illallahul malikul haqqul mubรฎn Artinya, โ€œTiada tuhan selain Allah yang maha menjadi raja, maha benar, maha menjelaskan.โ€ Ketiga ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู’ูˆูŽุงุญูุฏู ุงู„ู’ู‚ูŽู‡ู‘ูŽุงุฑูุŒ ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ุงู„ู’ุนูŽุฒููŠู’ุฒู ุงู„ู’ุบูŽูู‘ูŽุงุฑู Lรข ilรขha illallahul wรขhidul qahhรขr, rabbus samawรขti wal ardhi wa mรข bainahumal azรฎzul ghaffar Artinya, โ€œTiada tuhan selain Allah yang esa dan maha perkasa, Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya yang maha perkasa lagi maha pengampun.โ€ Keempat ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุญูŽูˆู’ู„ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ู‚ููˆู‘ูŽุฉูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุจูุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ู Subhรขnallah, wal hamdu lillah, wa lรข ilรขha illallah, wallahu akbar, wa lรข haula wa lรข quwwata illa billahil aliyyil azhรฎm. Artinya, โ€œMaha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, tiada daya dan upaya melainkan atas pertolongan Allah.โ€ Kelima ุณูุจู‘ููˆู’ุญูŒ ู‚ูุฏู‘ููˆู’ุณูŒ ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ููˆู’ุญู Subbรปhun quddรปsur rabbul malรขikati war rรปh Artinya, โ€œMaha suci, maha qudus, tuhan sekalian malaikat dan ruh Jibril.โ€Keenamุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูุญูŽู…ู’ุฏูู‡ูุŒ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ู Subhรขnallah wa bi hamdih, subhanallahil azhรฎm Artinya, โ€œMaha suci Allah dengan memuji-Nya, dan maha suci Allah yang maha agung.โ€ Ketujuh ุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽุง ุงู„ู„ู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุญูŽูŠู‘ู ุงู„ู’ู‚ูŽูŠู‘ููˆู’ู…ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ูู‡ู ุงู„ุชู‘ูŽูˆู’ุจูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉูŽ Astaghfirullahal azhรฎm al-ladzi lรข ilรขha illallah huwal hayyul qayyum, wa asโ€™aluhut taubah wal maghfirah Artinya, โ€œAku memohon ampun kepada Allah yang maha agung, yang tiada tuhan selain Allah, Dia yang maha hidup dan yang berdiri sendiri, aku memohon tobat dan ampunan.โ€ Kedelapan ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู„ูŽุง ู…ูŽุงู†ูุนูŽ ู„ูู…ูŽุง ุฃูŽุนู’ุทูŽูŠู’ุชูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูุนู’ุทููŠูŽ ู„ูู…ูŽุง ู…ูŽู†ูŽุนู’ุชูŽุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุฑูŽุงุฏู‘ูŽ ู„ูู…ูŽุง ู‚ูŽุถูŽูŠู’ุชูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ููŽุนู ุฐูŽุง ุงู„ู’ุฌูŽุฏู‘ู ู…ูู†ู’ูƒูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุฏู‘ู Artinya, โ€œYa Allah, tidak ada yang bisa mecegah apa yang Engkau berikan, tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah, tidak ada yang dapat menolak apa yang Engkau tetapkan, dan tidak bermanfaat kekayaan/kemuliaan bagi orang yang memilikinya, hanya dari-Mu kekayaan/kemuliaan itu.โ€ Kesembilan ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ Allahumma shalli alรข Muhammadin, wa alรข รขli Muhammadin wa shahbihi wa sallim Artinya, โ€œYa Allah curahkanlah rahmat atas Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarga serta sahabatnya, juga curahkanlah keselamatan.โ€ Kesepuluh ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู„ูŽุง ูŠูŽุถูุฑู‘ู ู…ูŽุนูŽ ุงุณู’ู…ูู‡ู ุดูŽูŠู’ุกูŒ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽู„ูŽุง ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู’ู…ู BismillahilLadzi laa yadhurru maโ€™asmihi syai`un fil ardhi wa lรข fis samรข`i wa huwas samIโ€™ul alรฎm Artinya, โ€œDengan menyebut nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada yang dapat mencelakai segala sesuatu di bumi dan langit, Dia-lah yang maha mendengar lagi maha mengetahui.โ€Keutamaan Mengamalkan WiridWirid-wirid di atas sebagiannya sering kita baca, dan kebanyakan sudah tidak asing lagi. Jika memang tidak dapat mengamalkan semuanya, mungkin kita dapat mengamalkannya sebagian terlebih dahulu. Sebagaimana dalam kaidah fiqih, โ€œSesuatu yang tidak dapat dikerjakan semuanya, jangan ditinggalkan semuanya.โ€ Imam Al-Ghazali menuntun kita untuk mengamalkan wirid ini sesuai penjelasannya, yaitu ุชููƒูŽุฑู‘ูุฑู ูƒูู„ู‘ูŽ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู ู…ูู†ู’ ู‡ุฐูู‡ู ุงู„ู’ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชู ุฅูู…ู‘ูŽุง ู…ูุงุฆูŽุฉูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ุณูŽุจู’ุนููŠู’ู†ูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุฉู‹ุŒ ุฃูŽูˆู’ ุนูŽุดู’ุฑูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุงุชูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽู‚ูŽู„ู‘ูู‡ูุŒ ู„ููŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฌู’ู…ููˆู’ุนู ู…ูุงุฆูŽุฉู‹. ูˆูŽู„ูŽุงุฒูู…ู’ ู‡ุฐูู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽูˆู’ุฑูŽุงุฏูŽุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุทูู„ููˆู’ุนู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณูุ› ููŽูููŠ ุงู„ู’ุฎูŽุจูŽุฑู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุฅูุนู’ุชูŽุงู‚ู ุซูŽู…ูŽุงู†ู ุฑูู‚ูŽุงุจู ู…ูู†ู’ ูˆูŽู„ูŽุฏู ุฅูุณู’ู…ูŽุงุนููŠู’ู„ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠู‘ูู†ูŽุง ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ุฃูŽุนู’ู†ููŠ ุงู„ุฅูุดู’ุชูุบูŽุงู„ูŽ ุจูุงู„ุฐู‘ููƒู’ุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ุทูู„ููˆู’ุนู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽุฎูŽู„ู‘ูŽู„ูŽู‡ู ูƒูŽู„ูŽุงู…ูŒ Artinya, โ€œEngkau ulang-ulang setiap wirid dari wirid-wirid itu, entah seratus kali atau tujuh puluh kali, atau sepuluh kali dan ini paling sedikitnya agar menjadi seratus. Dawamkan wirid-wirid ini, jangan berbicara sebelum terbitnya matahari; terdapat dalam hadits, bahwasannya tidak berbicara sebelum terbitnya matahari lebih utama dari memerdekakan delapan budak dari anak turunan Nabi Ismail salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita, yang aku maksud yaitu menyibukkan dengan dzikir sampai terbitnya matahari tanpa menyelanginya dengan pembicaraan.โ€ Syekh Nawawi Al-Bantani menjelaskan maksud dari keutamaan dalam hadits itu. Yang dimaksud dalam hadits ini adalah bertambahnya keutamaan orang yang mengamalkan amalan yang telah disebutkan di atas. Semoga kita dapat mengamalkan wiridan yang dianjurkan oleh Imam Al-Ghazali agar hari-hari kita dihiasi oleh asma` Allah SWT yang menyebabkan hati kita tidak gersang, dan dibukakan jalan menuju Tuhan semesta alam. Amiin. Penulis Nugroho Purbo* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Imam Ghazali adalah salah seorang pemikir Muslim terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah Islam. Sebagian besar kaum Muslim menempatkan Imam Ghazali sebagai pemikir genius yang berhasil memadukan fiqih dan tasawuf secara mengesankan dan paling luas diterima. Semasa hidup, ia telah menuangkan pemikirannya ke dalam beberapa karya monumentalnya. Selain itu, tulisan dari orang lain sesudahnya juga tak kalah banyak. Jika demikian, lalu apa yang membedakan buku ini dengan karya lain?Meski pemikiran Imam Ghazali telah banyak dikaji, namun karya yang satu ini tetap memiliki beberapa kebaruan. Pertama, buku Metode Zikir dan Doa al-Ghazali ditulis bukan oleh seorang Muslim. Kojiro Nakamura adalah seorang pemeluk agama Buddha berkebangsaan Jepang yang bergiat dalam bidang studi Islam. Buku ini tak lain merupakan revisi dari desertasinya tahun 1970 di Universitas Harvard. Kini ia mengajar di Universitas Obirin dan menjadi profesor di Metode Zikir dan Doa al-Ghazali secara ekstensif mengkaji pemikiran dan pengalaman Imam Ghazali tentang zikir dan doa. Dari penelitian Nakamura, ditemukan bahwa Imam Ghazali menggolongkan penggunaan zikir ke dalam lima kategori. Kategori pertama, zikir sebagai upaya untuk selalu mengingat Tuhan, kemudian mengalihkan perhatian utama kita dari dunia kepada Tuhan dan kedua, zikir sebagai semacam olah meditasi atau mental yang memupuk kondisi jiwa tertentu atau sikap batin yang saleh. Zikir kategori ketiga melibatkan pelafalan kalimat suci secara terus-menerus sambil selalu mengingatnya untuk memupuk cinta seperti yang dilafalkan dan diingatnya. Kategori zikir keempat menggambarkan situasi manusia ideal yang dicapai melalui praktik zikir mental dan lisan yang panjang. Kategori zikir kelima sekaligus terakhir merupakan metode pengonsentrasian pikiran yang paling intensif dengan cara pengulangan frasa suci yang sederhana, tanpa melibatkan aktivitas lain yang bisa mengganggu konsentrasi ini hal. 98-99.Tak beda dengan zikir, Imam Ghazali berpendapat bahwa doa merupakan elemen esensial dalam hubungan manusia dengan Tuhan. Maka dari itu, sudah semestinya manusia melakukannya sesering mungkin tanpa menunggu datangnya musibah. Sebab selama seseorang masih manusia, ia tidak bisa mengenyahkan doa kepada Tuhan. Meski begitu, Imam Ghazali menetapkan sejumlah persyaratan bagi pendoa untuk bersikap rendah hati tadharruโ€™, rindu raghbah, takut rahbah, kemutlakan, ketulusan, serta kemurnian hati dan penyesalan atas dosa-dosa hal. 107-110. Mengingat posisinya yang cukup vital ini, berbagai doa indah telah diturunkan dari para nabi, sahabat nabi, dan para wali. Lafal-lafal doa yang mereka ajarkan sangat dianjurkan untuk kita gunakan setiap kali memohon pada Allah. Karena dengan demikian, paling tidak kita dapat belajar tentang sikap batin yang benar. Namun, Imam Ghazali pun mengakui bahwa pada tingkatan tasawuf yang tertinggi, tidak ada lagi doa karena tidak ada perbedaan antara pemohon dan Tuhan. Pada tahap ini, doa dalam pengertian yang kaku tidak diperlukan lagi hal. 105. Buku ini, selain cocok dibaca para pengagum sosok dan pemikiran Imam Ghazali, sangat pas pula dimiliki oleh mereka yang sedang konsen melakukan studi komparatif antara Islam dengan Buddha. Nakamura telah melakukan perbandingan antara ritual ibadah pada kedua tradisi agama yang sekilas tampak berbeda dari segi doktrin namun terdapat sedikit kemiripan bila ditinjau dari praktik utama dan basis psikologis dari suatu ibadah. Di sini, Nakamura memfokuskan penelitiannya pada zikir dalam tasawuf, kรณan dalam Buddhisme Zen, dan nembutsu dalam tradisi Jodo-shu Tanah Murni yang ternyata merepresentasikan praktik inti dari masing-masing adalah metode yang sangat efektif untuk mengarahkan orang-orang yang baru belajar Zen pada situasi Pencerahan atau penyatuan dengan cara mendorong akal pada titik ekstrem hingga ia mengalami kebuntuan total. Sekilas, kondisi konsentrasi ini sama dengan kondisi yang berusaha dicapai oleh sufi melalui zikir sebagai persiapan untuk menerima berkah dan kasih Tuhan hal. 118. Namun dalam zikir, titik puncaknya ada pada kebisuan konsentrasi pemikiran dan harapan untuk mendapat nikmat tuhan melalui penyerahan halnya dengan nembutsu yang secara teknis berarti terus mengingat Buddha yang ideal dan meditasi tentang kebaikan-Nya, jasa-jasa-Nya, atau sosok-Nya, dan kemudian menancapkan nama tersebut dalam pikiran dengan โ€œhasrat untuk mengalihkan perhatian tentang Buddha yang mulia kepada hamba yang bergelimang dosaโ€ hal. 121. Nembutsu lebih menyerupai cara berpikir orang-orang yang mempraktikkan sesuatu karena yakin akan kegunaannya. Sedangkan zikir sendiri menurut Imam Ghazali adalah metode menggapai keyakinan sejati. Dengan demikian, dapat ditarik persamaan bahwa keduanya sama-sama menolak memberikan nilai positif pada dunia fana ini dan menganggapnya sebagai sesuatu yang berkutat pada metode, kelebihan berikutnya dari buku ini adalah disajikannya praktik wirid yang biasa dibaca ketika Imam Ghazali berzikir dan berdoa dalam kesehariannya. Pembahasan tentang wirid-wirid Imam Ghazali tersebut terbilang cukup lengkap karena meliputi segala aktivitas manusia dari bangun tidur sampai tidur lagi yang disarikan langsung dari kitab Ihyaโ€™ Ullumuddin. Lalu seperti apa zikir dan doa tersebut serta bagaimana pula cara mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari-hari? Biarkanlah ia menjadi alasan mengapa Anda harus membaca buku ini. Peresensi adalah Ach. Khalilurrahman, pecandu buku yang kini bermukim di SumenepIdentitas Buku Judul Buku Metode Zikir dan Doa al-GhazaliPenulis Kojiro NakamuraPenerbit MizanCetakan I, Juni 2018Tebal Buku 206 978-602-441-040-7